Rabu, 24 November 2010
Di bulan Februari 1657, sebuah upacara kecil dilakukan di kota Tokyo, untuk menolak bala. Dalam upacara kecil itu, seorang pendeta bermaksud membakar sebuah kimono yang diyakini membawa sial. Pasalnya, kimono tersebut telah dimiliki oleh 3 orang anak gadis, yang semuanya meninggal sebelum sempat memakainya.
Upacara ini tidak akan tercatat sejarah, apabila tidak ada buntutnya. Saat kimono tersebut hendak dibakar, angin kencang berhembus dan api menyebar melahap kuil tempat upacara tersebut dilakukan. Tidak berhenti disitu saja, api tersebut ternyata meluas, ikut menghanguskan ¾ bagian kota Tokyo.
Tidak tanggung-tanggung, tercatat 300 kuil ikut terbakar, ditambah 500 bangunan besar, 61 jembatan. Korban yang jatuh dalam musibah itu mencapai ribuan jiwa.
Ckckck, benar-benar membawa sial.
Dari berbagai sumber.
Upacara ini tidak akan tercatat sejarah, apabila tidak ada buntutnya. Saat kimono tersebut hendak dibakar, angin kencang berhembus dan api menyebar melahap kuil tempat upacara tersebut dilakukan. Tidak berhenti disitu saja, api tersebut ternyata meluas, ikut menghanguskan ¾ bagian kota Tokyo.
Tidak tanggung-tanggung, tercatat 300 kuil ikut terbakar, ditambah 500 bangunan besar, 61 jembatan. Korban yang jatuh dalam musibah itu mencapai ribuan jiwa.
Ckckck, benar-benar membawa sial.
Dari berbagai sumber.
Label: pengetahuan kurang umum
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar